CARA MEMBUAT SPT PPH PASAL 23 / 26 SECARA MANUAL

Dalam pembuatan dan penyampaian atau pelaporan SPT ( Surat Pemberitahuan ) Masa PPh Pasal 23/26 yang saya kerjakan adalah katagori yang masih secara manual.

Bla masih ada yang masih bingung dalam pembuatan E-SPT Masa PPh Pasal 23/26 secara manual atau belum menggunakan Aplikasi E-Bupot.

BERIKUT ADALAH PEMBUATAN SPT (SURAT PEMBERITAHUAN) MASA PPH PASAL 23/26 SECARA MANUAL :
  • Log in E-SPT PPh 23 /26 Masa v1.0 (saya masih menggunakan versi ini, jika anda menggunakan versi lain silahkan ; 
  1. Masukan Usernam dan Password>>klik OK
  2. Pilih menu Program klik Buat SPT Baru>>Setting Masa Pajak,Tahun Pajak akan dibuat, Pembetulan ketik saja ke 0 klik Buat (SPT PPh untuk masa 08-08-2019 berhasil dibuat) misalnya>>OK >>lalu
  3. Pilih menu SPT PPh
  4. Klik Bukti potong PPh Pasal 23/26
  • Tanggal pemotongan  
  • NPWP Wajib Pajak, jika tidak memiliki NPWP masukan 00.000.000.0-000.000 
  • Isi transaksi atas jenis penghasilan PPh Pasal 23/26>>klik Simpan (Apakah data tersebut akan disimpan/) Klik Yes 
  • Lanjutkan pengisian bukti potong untuk transaksi lain jika masih ada, jika sudah klik tutup


  • Mengecek kembali bukti potong yang telah di input ;
  1. Pilih SPT PPh
  2. Klik Daftar Bukti Potong PPh Pasal 23 dan atau 26 PPh yang dipotong, jika sesuai klik tutup, dan jika ada selisih pilih ubah
Silahkan lihat pada gambar di bawah ini :



  • Memasukan daftar SSP penyetoran pajak PPh Pasal 23 / 26 ;
  1. Pilih SPT PPh
  2. Klik Daftar Surat Setoran Pajak (SSP) klik Baru, kemudian : 
  3. Masukan Kode Jenis Setoran, Contoh: 104 / PPh Pasal 23 atas jasa, lalu 
  4. Masukan NTPN, disarankan ketik di Notepad karena tidak bisa diketik di kolom SSP, dengan cara sort NTPN klik kanan>>copy
  5. Kembali ke kolom SSP lalu paste akan mucul NTPN yang disetor dan masukan jumlah dan tanggal setor>>Simpan (Data berhasil disimpan, Apakah Akan Rekam Baru?) jika ada klik yes jika tidak klik NO>>Tutup, 
  • Mengecek kembali PPh Pasal 23 dan Pasal 26 yang telah dipotong ;
  1. Pilih SPT PPh
  2. Klik SPT Masa PPh Pasal 23 dan Atau 26, lalu 
  3. Setting tanggal lapor SPT. Contoh jika SPT PPh Pasal 23 / 26 Masa Agustus 2019 maka setting tanggal dibawah tanggal 20/09/2019 (karena batas akhir penyampaian SPT per tanggal 20 bulan selanjutnya) klik Simpan.
  • Menyimpan data SPT PPh Pasal 23 / 26 untuk dilaporkan ke KPP ;
  1. Plih SPT Tools>>
  2. Klik Menu Cetakan
  3. Pilih Masa Pajak
  4. Tahun Pajak>>Pilh Semua yang akan diprint>>
  5. Cetak, selesai cetak >>Tutup
  • Menyimpan data SPT PPh Pasal 23 / 26 untuk dilaporkan ke KPP ;
  1. Pilih SPT Tools
  2. Klik Lapor Data SPT ke KPP
  3. Pilih Masa Pajak, Tahun Pajak
  4. Tampilkan Data
  5. Ceklis Masa Pajak yang ditampilkan
  6. Pilih lokasi File yang akan disimpan
  7. Letakkan pada folder yang mudah dicari
  8. Klik Create File>>Data telah disimpan dalam bentuk csv.format>>klik OK
  • Untuk melaporkan SPT PPh Pasal 23/26 Masa secara manual dapat melampirkan :
  1. Surat Penunjukan serta Dokumen SPT PPh Pasal 23/26 dalam bentuk Hard Copy ditandatangani oleh Pengusus PKP dan di Stampel Cap Perusahaan, Bukti SSP (Surat Setoran Pajak / BPN (Bukti Penerimaan Negara) dan
  2. Simpan dokumen SPT PPh Pasal 23/26 ke Flashdisc, kemudian akan diberi Bukti penerimaan Surat (BPS) dari Petugas KPP (Kantor Pelayanan Pajak).
Demikianlah tutorial pembuatan dan pelaporan SPT PPh Pasal 23/26 Masa secara manual, semoga bermanfaat..

Terima kasih.

CARA MEMBUAT SPT PPH PASAL 23 / 26 SECARA MANUAL CARA MEMBUAT SPT PPH PASAL 23 / 26 SECARA MANUAL Reviewed by IBNU on July 08, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.